Tampilkan postingan dengan label kep. maternitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kep. maternitas. Tampilkan semua postingan
0

diabetes bumil


BAB II
PEMBAHASAN

2.1        Pengertian Diabetes
            Diabetes melitus adalah kelainan metabolisme karbohidrat, diman glukosa darah tidak dapat digunakan dengan baik, sehingga menyebabkan hiperglikemia. Dengan kata lain, Diabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi melebihi batas-batas normal.Diabetes dalam kehamilan atau biasa disebut Diabetes Melitus Gestasional (DMG) merupakan jenis diabetes yang menyerang selama kehamilan dan biasanya lenyap setelah persalinan bayi. Munculnya diabetes pada masa kehamilan biasanya tekait untuk pertama kalinya saat ibu hamil. Dalam pengertian sedrhana, diabetes melitus semasa kehamilan merupakan keadaan dimana kandungan gula dalam darah tinggi semasa hamil. Diabetes Melitus Gestasional (DMG) didefinisikan sebagai intoleransi karbnohidrat dengan keparahan bervariasi dan awitan/serangan pertama kali diketahui saat hamil (Expert committee, 2001).
Ø  Klasifikasi Diabetes Melitus
1.      klasifikasi menurut WHO
a.       Diabetes getasional
Merupakan diabetes melitus yg didiagnosa untuk pertama kali selama kehamilan
b.      overt diabetes
·      Tipe 1. Insulin dependent diabetes melitus (IDDM) dimana diabetes telah ada dari usia muda. Ini merupakan bentuk diabetes yang berat.
·      Tipe 2. Non dependent diabetes melitus (NIDDM) yang merupakan diabetes yang terjadi pada orang tua atau dewasa,obesitas. Merupakan diabetes bentuk sedang.
·       Tipe 3. Gangguan toleransi glukosa, yang merupakan diabetes bentuk ringan.
Rasio terjadinya diabetes gestasional dengan overt diabetes adalah 1:10Pada klasifikasi WHO,sub kelompok diabetes melitus gestasionl sesungguhnya masuk kelompok toleransi glukosa pernah abnormal. Pada ibu hamil dengan diabetes melitus gestasional, kemungkinan terjadi non dependent diabetes melitus(NIDDM) menetap 10-15 tahun kemudian jauh lebih besar daripada ibu hamil normal (Waspadji, 1997).
2.         Menurut anjuran PERKENI yang sesuai anjuran ADA, 1997, diabetes melitus diklasifikasikan secara etiologi menjadi:
a.       Diabetes tipe 1
yang dikenal dengan Insulin dependent diabetes melitus (IDDM). Terjadi karena kerusakan sel B pankreas (reaksi autoimun)
b.      Diabetes tipe 2
Dikenal sebagai Non insulin dependent diabetes melitus (NIDDM). Terjadi karena penurunan kemampuan insulin bekerja dijaringan perifer (Insulin resistence).
c.       Diabetes melitus dalam kehamilan
Dikenal sebagai Diabetes Melitus Gestasional adalah kehamilan normal yang disertai dengan peningkatan insulin resistence (ibu hamil gagal mempertahankan englyocemia).
d.      Diabetes tipe lain
Subkelas Diabetes Melitus dimana individu mengalami hiperglikemia akibat kelainan spesifik (kelainan genetik fungsi sel beta), endokrinopati (penyakit Cushing's, Akromegali), penggunaan obat yang menganggu kerja insulin (badrenergik), dan infeksi/sindroma genetik (Down's Syndrome, Klinefelter's).
Diabetes kehamilan adalah diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Kasus ini sering disebut diabetes melitus gestasional, merupakan penyakit diabetes yang terjadi pada ibu yang sedang hamil yang sebelumnya tidak mengidap diabetes melitus.
Ø  Factor Resiko
Wanita yang semula memang mengidap diabetes mellitus beresiko tinggi mengidap diabetes mellitus gestasional. Namun, wanita bisa mengidap diabetes mellitus tanpa menderita diabetes sebelumnya.
Factor-faktor yang berkaitan dengan kemungkinan adanya Diabetes Melitus Gestasional, adalah:
1.      Riwayat obstetric mencurigakan
a.       Riwayat abortus spotan berulang
b.      Riwayat melahirkan bayi mati yang tidak diketahui penyebab yang jelas
c.       Riwayat melahirkan bayi besar (besar lahir diatas 400gr)
d.      Riwayat preklamsia/ekslampsia
e.       Polihidramnion (cairan ketuban berlebihan)
2.      Riwayat medis mencurigakan/hati-hati
a.       Usia ibu saat hamil diatas 30tahun
b.      Riwayat diabetes mellitus ibu hamil, atau riwayat diabetes mellitus di dalam keluarganya untuk diabetes tipe 2 (terkait factor genetik)
c.       Ibu yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas yang pada umumnya terjadi pada wanita dari etnis tertentu seperti India, Asia, Kepulauan Pasifik dan Timur Tengah
d.      Riwayat infeksi saluran kemih berulang selama hamil
e.       Riwayat hipertensi
f.       Riwayat berat badan lahir ibu diatas 4000-4500gr

Ø  Fisiologi Normal
Pada wanita normal, terjadi banyak sekali perubahan hormonal dan metabolic yang digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan fetus/janin yang optimal yang berhubungan dengan patologi diabetes mellitus adalah perubahan metabolisme karbohidrat.
Pada kehamilan normal, terjadi kadar glukosa plasma ibu yang lebih rendah secara bermakna karena:
1.      Ambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
2.      Produksi glukosa daru hati menurun
3.      Produksi alanin (salah satu prekusor glukoneogenesis) menurun
4.      Aktifitas ekskresi ginjal meningkat
5.      Efek hormone-hormon kehamilan/gestasional (human placentalactogen,hormone-hormone placenta lainnya, hprmon-hormon ovarium, hipofisis, pancreas, growth factors, dsb)
Jadi, kehamilan normal sendiri dapat dikatakan sebagai status kondisi diabetogenik, dimana kebutuhan akan glukosa meningkat.
2.2         Patofisiologi Diabetes Mellitus dalam Kehamilan
Pada diabetes mellitus gestasional, selain terjadi perubahan-perubahan fisiologi hormonal dan metabolic yang normal pada kehamilan, didapatkan keadaan jumlah/fungsi insulin ibu yang tidak optimal. Serta terjadi juga perubahan kinetic insulin dan resistensi terhadap efek insulin. Akibatnya adalah komposisi sumber energy dalam plasma ibu berubah (kadar gula darah tinggi, sementara iti kadar insulin tetap tinggi).
Melalui difusi terfasilitasi dalam membrane plasenta, pada sirkulasi janin juga ikut terjadi komposisi sumber energy yang abnormal dapat menyebabkan kemungkinan terjadi berbagai komplikasi. Selain itu terjadi juga hiperinsulinemia, hipokolosemia, hiperbilirubinemia dan sebagainya. Dalam hal ini terjadi berbagai kelainan yang menyebabkan pelbagai komplikasi pada ibu dan janin.
Pada intinya, diabetes mellitus pada kehamilan dapat terjadi karena proses kehamilan itu sendiri, namun juga dapat terjadi karena diabetes mellitus tipe 1 atau 2 yang baru diketahui pada saat hamil. Bila diabetes mellitus terjadi karena pross kehamilan it sendiri, setelah melahirkan kadar gula darahnya akan kembali normal dan dalam beberapa tahun  kemudian kemungkinan baru akan benar-benar menetap menjadi diabetes mellitus.
Diabetes mellitus pada kehamilan dapat terjadi karena perubahan metabolic-fisiologik yang terjadi pada saat kehamilan. Perubahan tersebut mengarah pada terjadinya resistensi insulin. Bila sel beta pancreas tidak dapat mengimbangi perubahan tersebut, maka akan terjadi diabetes mellitus pada kehamilan. Setelah melahirkan, karena perubahan fisiologis pada saat hamil telah hilang, maka ibu akan menjadi normal kembali. Namun sebaliknya, bila ibu sebelumnya sudah menyandang diabetes mellitus dan baru diketahui diabetes mellitus pada saat hamil, maka setelah melahirkan ibu tetap akan menderita diabetes mellitus.


2.3         Resiko dan Komplikasi Diabetes Melitus pada Neonatus
1.             Hipoglikemia neonatal
Pada bayi yang lahir dari ibu hamil yang diabetic, masa transisi kehidupan diluar uterus seringkali terganggu oleh kelainan metabolic. Dalam 30 sampai 60 menit pertama setelah neonates lahir, hipoglikemia dapat terjadi pancreas janin deprogram u ntuk memproduksi jumlah insulin yang banyak dan neonates tidak menghentikannya dengan segera. Pada saat lahir, suplai glukosa yang meningkat dengan tiba-tiba terputus, tetapi peningkatan produksi insulin terus berlanjut diluar uterus. Cadangan glukosa dengan cepat digunakan, sehingga neonates mengalami episode hipoglikemia.
2.             Gawat nafas (sindrom distress pernafasan)
Gluck&Kulovich (1973) mengemukakan bahwa pendidikan obstetric konvensional sampai akhir tahun 1980-an, secara umum mengajarkan bahwa pematangan paru janin pada kehamilan dengan diabetes agak tertunda, sehingga pada neonates beresiko mengalami gawat nafas. Usia kehamilan, bukanlah diabetes yang kemungkinan besar merupakan factor bermakna yang menentukan timbulnya gawat nafas (Berkowitz, dkk, 1996).
3.       Hiperbilirubinemia neonates
Pathogenesis hiperbilirubinemia pada neonates/bayi dari ibu diabetes masih belumjelas. Namun, kemungkinan karena adanya stress yang lama, mekanisme kompensasi peningkatan produksi sel darah m erah distimulasi. Setelah lahir, peningkatan pemecahan sel darah merah kerap kali bekerja melampaui batas system hepatica yang masih belum matang (muda), menyebabkan hiperbilirubinemia.
4.      Polisitemia neonates
Polisitemia merupakan akibat penurunan oksigenasi yang menstimulasibginjal janin untuk melepaskan hormone glikoprotein. Hormone glikoprotein menstimulasi produksi eritrosit sebagai mekanisme kompensasi untuk meningkatkan kemampuan darah membawa oksigen. Oleh karena itu adanaya insufisiensi plasenta, maka bayi baru lahir bisa mengalami polisitemia.
5.      Hipertropi jantung
Bayi dari kehamilan dengan diabetes mungkin mengalami kardianiopati hiopertropik, yang bisa berkembang menjadi gagal jantung kongestif (Ghandi, dkk, 1995). Diperkirakan bayi yang makrosonomik dan hiperinsulinemia janin berperan terjadinya pathogenesis penyakit jantung. Kardiomiopati pada bayi dari ibu diabetic biasanya hilang pada usia neonates 6 bulan (Way, 1979).
6.      Hipokalsemia (Kadar kalsium <7mg/dl)
Hipokalsemia merupakan salah satu gangguan metabolic utama pada bayi dari ibu diabetes.
7.      Perkembangan kognitif jangka panjang
Cousin, dkk (1999) menyatakan bahwa kerusakan sel otak dan penurunan pertumbuhan otak janin yang diakibatkan karena paparan hiperghlikemia yang lama. Hal ini, dapat meningkatkan insidensi ketidakmampuan anak dalam belajar, Inteligence Quotient (IQ) yang rendah, dan gangguan motorik. Namun, berbeda dengan Cousin, Rizzo, dkk (1995) telah melakukan penilaian terhadap 196 anak dari ibu diabetic sampai usia 9tahun dengan menggunakan berbagai tes perkembangan intelegensi dan psikomotor, menyimpulkan bahwa diabetes pada ibu tidak banyak berpengaruh pada perkembangan kecerdasan anak.
8.      Obesitas pada Masa kanak-kanan dan diabetes tipe 2 pada kehidupan selanjutnya
Anak-anak yang terpapar hiperglikemia dalam uterus mempunyai resiko yang lebih besar mengalami obesitas masa kanak-kanak dan diabetes tipe 2 selanjutnya dalam kehidupannya karena kemungkinan telah mengalami injuro sel islet (Doshier, 1995&Lindsay dkk,2000).
2.4       ASUHAN KEPERAWATAN PADA IBU HAMIL DENGAN DIABETES MELITUS
A.       DEFINISI
Diabetes gestational adalah gangguan dari glukosa yang dipicu oleh kehamilan, biasanya menghilang setelah melahirkan ( murray al., 2002). Diabetes yang dialami oleh seorang ibu yang pernah menderita DM pada saat hamil disebut diabetes melitus gestational ( syafei piliang, 1993)
B.       ETIOLOGI
Penyakit diabetes melitus yang tejadi selama kehamilan disebabkan karena kurangnya jumlah insulin yang dihasilkan oleh tubuh yang dibutuhkan untuk membawaglukosa melewati membran sel.
C.       FAKTOR RESIKO
Hal-hal yang menjadi faktor resiko pada diabetes melitus adalah sebagai berikut,
1.    Riwayat kelusrga DM
2.    Glukosuria dua kali berturut-turut.
3.    Kegemukan.
4.    Keguguran kehamilan yang tidak bisa dijelaskan ( abortus spontan)
5.    Adanya hidramnion
6.    Kelahiran anak sebelumnya besar.

D.       KLASIFIKASI DIABETES
Ada beberapa macam klasifikasi, salah satunya menurut White (1965).
1.      Kelas A. Diabetes kimiawi disebut juga diabetes laten/subklinus atau diabetes kahamilan dengan kadar gula darah normal setelah makan, tetapi terjadi peningkatan kadar glukosa 1 atau 2 jam. Ibu tidak memerlukan insulin, cukup diobati dengan pengaatauran diet.
2.      Kelas B. Diabetes dewasa, terjadi setelah usia 19 tahun dan berlangsung selama 10 tahun, tidak disertai kelainan pembuluh darah.
3.      Kelas C. Diabetes yan diderita pada usia 10-19 tahun dan berlangsung selama 10-19 tahun dengan tidak disertai penyakit vaskuler.
4.      Kelas D. Diabetes yang sudah lebih dari 20 tahun, tetapi dideirta sebelum usia 10 tahun disertai dengan kelainan pembuluh darah.
5.      Kelas E. Diabetes yang disertai pengapuran pada pembuluh darah penggul termasuk arteri uterusna.
6.      Kelas F. Diabetes dengan nefropati, termasuk glomerulo nefritis dan pielonefritis.

Kemudian dibuat modifikasi tmbahan. Klas unutk ibu dengan komplikasi retinitis proliferatus atau dengan perdarahan dalam korpus vitreum.

E.       PATOFISOLOGI
Metabolisme karbohidrat selama kehamilan karena insulin yang berlebih masih banyak dibutuhkan sejalan dengan perkembangan kehamilan. Progesteron HPI menyebabkan jaringan ibu resisten terhadap insulin dan menghasilkan enzim yan disebut insulinase yang menghasilkan enzim yang disebut insulin yang dihasilkan oleh plasenta, sehingga mempercepat teerjadinya insulin.
Bila pankreas tidak dapat memproduksi insulin secra adekuat, maka akan timbul suatu keadaan yang disebut hiperglikemia, sehingga dapat menimbulkan kondisi kompensasi tubuh seperti meningkatkan rasa haus (polidipsi) mengekskresikan cairan (poliuri), dan mudah lapar (polifagia).

F.        MANIFESTASI KLINIS
Manifestasi klinis yang dirasakan dpat berupa: polidipsi, poliuri, polifagia, penurunan berat badan, lemah, mengantuk ( somnolen ), dan dapat timbul ketoasidosis.

            Pengaruh diabetes pada kehamilan adalah sebagai berikut:
1.         Hiperemesis grfidarum
2.         Pemakaian glikogen bertambah
3.         Meningkatnya metabolisme basal
Dampak diabetes pada kehamilan adlah sebagai berikut:
1.         Abortus dan partus prematurus.
2.          Preeklampsia.
3.         Hidramnion.
4.         Kelainan letak janin.
5.         Insufisiensi.

Pengaruh diabetes pada bayi yang dilahirkan adalah sebagai berikut:
1.         Kematian hasil konsepsi dalam kehamilan muda mengakibatkan abortus.
2.         Cacat bawaan
3.         Dismaturitas.
4.         Janin besar.
5.         Kelainan neurologis.

G.      MANAJEMEN TERAPEUTIK
Manajemen terapeutik yang diberkan bertujuan untuk mencegah kemungkinan timbulnya komplikasi pada ibu dan memppertinggi angka keselamatan bayi ( salvage fetal rate).

Ada tiga tujuan utama pengobatan diabetes melitus adalah sebagai berikut.
1. Mencegh timbulnya ketosis dan hipoglikemia.
2. Mencegah hiperglikemia dan glikosuria seminimal mungkin.
3. Mencapai usia kehamilan seoptimal mungkin.

Diet ibu diabetes dalam kehamilan tidak berbeda dengan diabetes lainnya, kecuali penambahan kalori total untuk mencapai penambahan berat badan 10-12 kg salama kehamilan dan menjaga asupan karbohidrat tidak kurang dari 200 gram/hari. Diperhatikan diet yang teratu dan asupan kalori total yang tetap diselingi dengn makanan kecil (4-6 kali sehari).
            Saat tidur diberikan tambahan 25 gram karbohidrat untuk mencegah ketosis pada malam hari.       Pada wanita dengan glukosa di mna GTT intoleransi glukosa tidak diberikan insulin, tetapi memerlukan pengawasan ketat.

H.           KOMPLIKASI DIABETES MELITUS

Komplikasi diabetes melitus dapat dibagi menjadi dua kategori,
1.      Komplikasi metabolik akut.
2.      Komplikasi-komplikasi veskuler jangka panjang
0

PERINGATAN ATAS AZAB WANITA

Sahabatku kaum muslimin dan muslimat RENUNGAN KHUSUS untuk para wanita dan untuk keluargaku sendiri….. Dan silahkan di copas NOTES ini bila Anda merasa perlu untuk disebar dan disyi’arkan..!!
Sayidina Ali ra menceritakan suatu ketika melihat Rasulullah menangis manakala ia datang bersama Fatimah. Lalu keduanya bertanya mengapa Rasul menangis.
Beliau menjawab, “Pada malam aku di-isra’-kan, aku melihat perempuan-perempuan yang sedang disiksa dengan berbagai siksaan. Itulah sebabnya mengapa aku menangis. Karena,
menyaksikan mereka yang sangat berat dan mengerikan siksanya”.
Putri Rasulullah kemudian menanyakan apa yang dilihat ayahandanya. “Aku lihat ada perempuan digantung rambutnya, otaknya mendidih.
Aku lihat perempuan digantung lidahnya, tangannya diikat ke belakang dan timah cair dituangkan ke dalam tengkoraknya.
Aku lihat perempuan tergantang kedua kakinya dengan terikat tangannya sampai ke ubun-ubunnya, diulurkan ular dan kalajengking.
Dan aku lihat perempuan yang memakan badannya sendiri, di bawahnya dinyalakan api neraka. Serta aku lihat perempuan yang bermuka hitam, memakan tali perutnya sendiri.
Aku lihat perempuan yang telinganya tuli dan matanya buta, dimasukkan ke dalam peti yang dibuat dari api neraka, otaknya keluar dari lubang hidung, badannya berbau busuk karena penyakit sopak dan kusta.
Aku lihat perempuan yang badannya seperti himar, beribu-ribu kesengsaraan dihadapinya. Aku lihat perempuan yang rupanya seperti anjing, sedangkan api masuk melalui mulut dan keluar dari duburnya sementara malikat memukulnya dengan pentung dari api neraka,”kata Nabi.
Fatimah Az-Zahra kemudian menanyakan mengapa mereka disiksa seperti itu?
*Rasulullah menjawab, “Wahai putriku, adapun mereka yang tergantung rambutnya hingga otaknya mendidih adalah wanita yang tidak menutup rambutnya sehingga terlihat oleh laki-laki yang bukan muhrimnya.
*Perempuan yang digantung susunya adalah istri yang ‘mengotori’ tempat tidurnya.
*Perempuan yang tergantung kedua kakinya ialah perempuan yang tidak taat kepada suaminya, ia keluar rumah tanpa izin suaminya, dan perempuan yang tidak mau mandi suci dari haid dan nifas.
*Perempuan yang memakan badannya sendiri ialah karena ia berhias untuk lelaki yang bukan muhrimnya dan suka mengumpat orang lain.
*Perempuan yang memotong badannya sendiri dengan gunting api neraka karena ia memperkenalkan dirinya kepada orang orang lain bersolek dan berhias supaya kecantikannya dilihat laki-laki yang bukan muhrimnya.
*Perempuan yang diikat kedua kaki dan tangannya ke atas ubun-ubunnya diulurkan ular dan kalajengking padanya karena ia bisa shalat tapi tidak mengamalkannya dan tidak mau mandi junub.
*Perempuan yang kepalanya seperti babi dan badannya seperti himar ialah tukang umpat dan pendusta. Perempuan yang menyerupai anjing ialah perempuan yang suka memfitnah dan membenci suami.”
Mendengar itu, Sayidina Ali dan Fatimah Az-Zahra pun turut menangis.
wallahua’lam
http://uminasafira.wordpress.com/2009/03/20/159/
————– RENUNGKANLAH !!!————
“Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan dilangit (berkriut-kriut), langit sedemikian padatnya, tak ada tempat kosong bahkan seluas empat jari sekalipun karena langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud kepada Allah SWT. Demi Allah!!! Sekiranya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena takut). Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia timpakan” ( HR Tirmidzi & Al-Bukhari)
Diperlihatkan kepadaku neraka kebanyakan penghuninya kaum wanita karena kekufuran mereka. Para sahabat bertanya, “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Nabi Saw menjawab, “Mereka mengkufuri pergaulan dan kebajikan (kebaikan). Apabila kamu berbuat ihsan kepada seorang dari mereka sepanjang umur lalu dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkannya dia akan berkata, “Kamu belum pernah berbuat baik kepadaku.” (HR. Bukhari)
Rasulullah saw bersabda: “Ada dua jenis manusia penghuni neraka yang tidak akan pernah saya lihat keduanya kelak (maksudnya tidak akan mendapatkan syafa’at, pertolongan dari Rasulullah saw kelak), yaitu: satu kaum yang membawa cameti (maksudnya penguasa yang dhalim) yang mirip ekor sapi lalu cameti itu dipakai untuk memukuli orang-orang, dan wanita yang telanjang (tidak menutup aurat) atau memakai pakaian yang tipis sehingga transparan, juga wanita yang genit dan menor apabila tampil di depan laki-laki bukan mahramnya. Kepala wanita-wanita tadi akan ada benjolan seperti pungguh unta (benjolan yang berada di punggung unta tempat duduk penunggangnya) yang miring. Mereka tidak akan pernah masuk surga bahkan tidak akan pernah mencium bau harumnya yang mana bau harum surga itu sudah dapat tercium dari jarak sekian dan sekian” (HR. Muslim).
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Qs. An-Nuur [24]:31)
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. 14:7)
“Di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya masih ada azab yang berat. (QS.14:16-17)
Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab yang selalu mereka perolok-olokkan. (QS. 16:34)
Sesungguhnya Al Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (QS. 17:9-10)
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Qur’an) Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.(An Nahl:104)
 
Copyright © the Life is Color